Ditengah budaya mainstream pacaran sekarang ini, telinga ini bak sudah kebakaran dicemooh gara-gara status singel. Merepotkan memang, disinilah saya melihat bentuk dua kesabaran sekaligus. Yang pertama sabar terhadap kepedihan yakni gak punya pacar (karena toh manusia normal dan bersosialisasi dengan khalayak), dan yang kedua sabar yang justru lebih besar kadarnya yakni sabar dari kenikmatan.
Yang perlu diketahui bahwa sabar ialah kemampuan menahan atau menunda respon yang mampu dilakukan. Sebagai contoh: Seseorang bila diinjak kakinya oleh anak kecil dan dia mampu menahan emosinya dinamakan sabar, lain bila yang menginjaknya adalah pria bertubuh besar dan lebih kuat. yang seperti ini bukanlah dinamakan sabar.
Memang yang jadi tolok ukur sabar ialah ketika tangan tidak mampu lagi menjangkau, sehingga kita dipaksa untuk takluk, mengurut dada dan menelan bulat-bulat tanpa melakukan perlawanan, dilarang berkeluh kesah dsb. Padahal, sabar semacam ini hanyalah sabar dalam bentuk pertama, dan terbilang sabar berdosis rendah. Sementara sabar yang sebenarnya sering terlupakan dan berdosis tinggi ialah sabar menghadapi kenikmatan, camkan itu!: sabar mengahadapi kenikmatan!!!!!(galak).
Pakar kecerdasan emosi, Daniel Goleman, pernah melakukan percobaan yang menarik berkaitan dengan kemampuan menunda kenikmatan. Anak-anak di satu sekolah ditawari sebuah permen untuk mereka makan, tetapi mereka juga diberi pilihan. Mereka boleh mendapatkan permen hari ini, tetapi kalau mau menundanya sampai besok, mereka akan mendapatkan permen yang lebih banyak.
Setelah dewasa, anak-anak ini kembali diteliti. Hasilnya cukp menarik. Ternyata, anak-anak yang mampu menunda pemberian permennya sampai besok memiliki hidup yang bagagia Karen lebih mampu berhubungan baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain. ternyata kemampuan menunda kenikmatan ini berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) si anak.
Kesabaran akan kenikmatan inilah yang sering dipandang sebelah mata, urgensi nya kerap tidak dijadikan landasan dalam kehidupan. Contoh kecil adalah apa yang sering terjadi pada pasangan muda mudi. Ketika dirudung asmara, hati menjadi berbunga-bunga, keadaan menjadi sangat bahagia, dan Justru dalam keadaan seperti inilah yang harus diwaspadai, karena ketika itu kita sedang dihadapkan pada kesabaran menghadapi kenikmatan! Dan apabila tidak lulus menghadapinya, betapa banyak muda-mudi yang “tergelincir” dan mengakibatkan dampak penyesalan yang tidak kecil. Kegagalan bersabar jenis ini tak jarang membuahakn polemic yang berpotensi menghancurkan masa depan, memporak-porandakan cita-cita yang sesungguhnya sangatlah indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar