Tidak logis menilai negatif kepada Nabi Saw oleh karena poligami, tanpa melihat konteks budaya yang memang berbeda. Dan alasan konkrit tujuan pernikahan itu.
Tidak pantas berpoligami berdalih ingin meneladani Nabi tanpa tahu alasan. Bahkan tidak malu akan hukum yang wajib bagi Nabi namun terlarang bagi umatnya. seperti bangun malam, tidak menerima zakat, Beliau tidak batal meski tertidur.
Beliau menikah pada usia 25 tahun dengan Khadijah ra, Beliau membina keluarga bersamanya selama 25 tahun, lalu 3-4 tahun setelah meninggalnya Khadijah, Beliau baru menjalani kehidupan beristri lagi, dan Beliau wafat pada Umur 63 tahun.
Ini berarti Rasulullah beristri satu (monogami) selama 25 tahun, “terselang tiga tahun lebih” dan Beliau berpoligami selama 9 tahun.
Saudah binti Zam’ah ra. Seorang wanita tua, suaminya meninggal di perantauan (Etiopia) ia terpaksa kembali ke mekah menanggung beban kehidupan bersama anak-anaknya dengan risiko dipaksa murtad.
Hindun binti Abi Umayyah ra.(Ummu Salamah)., suaminya, Abdullah al-Makhzumi, yang juga anak pamannya tewas dalam perang uhud juga seorang tua. Sampai-sampai pada mulanya ummu salamah ra. menolak lamaran Rasul saw. Akan tetapi pada akhirnya ia bersedia menerima lamaran Rasul saw. Demi meraih kehormatan dipersunting pesuruh Allah dan demi anak-anaknya.
Ramlah, putri Abu Sufyan ra. Ia meninggalkan orangtuanya untuk berhijrah ke Habasyah(Etiopia) bersama suaminya, tetapi sang suami kemudian memeluk agama nasrani, disana dan menceraikannya sehingga ia hidup sendirian di perantauan, maka melalui Negus, Nabi Saw melamarnya dengan harapan mengangkatnya dari jurang penderitaan, dan menjalin hubungan dengan ayahnya, seorang tokoh utama musyrikin.
Huniyah binti Alharis ra. Putri kepala suku dan tawanan pasukan islam, Beliau menikahinya dan memerdekakannya, dengan harapan para tawanan memeluk islam. Huriyah sendiri memilih untuk menetap bersama Nabi saw, dan enggan kembali bersama ayahnya.
Hafshah putri Umar ra. Ketika suaminya wafat ayahnya “menawarkan” putrinya kepada Abu Bakar untuk dipersunting, tetapi yang ditawarinya tidak menyambut sehingga kepada Utsman, ia pun diam.
bersambung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar