Banyak orang berkilah, berapologi bahwa jomlo berbeda dengan single, statement ini berat kemungkinan didasarlan atas kurang tabahnya yang bersangkutan akan cemoohan atau gunjingan public, ditengah mainstream budaya pacaran masa kini.
Sedikitnya ada dua jawaban cukup memuaskan untuk pandangan minor tersebut:
Pertama: dalam KBBI (kamus “badag” bahasa Indonesia) jomlo berarti perawan tua. Sementara single berarti sendiri, dengan kesimpulan single adalah prinsip, jomlo adalah nasib.
Kedua: jangan jawab, dan jangan tersinggung, kan prinsip. Mau disebut jomlo kek, mau disebut single kek, mau disebut mufrad kek, atau mau disebut batangan sekalipun, masa bodo!
Didunia politik, apabila anda ingin mengetahui dengan validalitas tidak diragukan, bertanyalah pada sosok yang tidak berkecimpung dalam dunia politik yang disebut pengamat politik, begitupun dalam dunia sains, sastra, ekonomi, dlsb, selalulah bertanya pada sosok yang tidak ada sangkut pautnya dengan object matter sasaran anda, karena dengan demikian anda akan mendapat jawaban paling objektif, maka dari itu tidak salah bila strata paling tinggi dalam khazanah pemikiran adalah seorang filsuf.
Nah, sebab kausal diatas juga tidak lepas dari dunia percintaan. Apabila anda ingin tahu kualitas, kuantitas hubungan cinta, bertanyalah pada sosok yang tidak berada dalam dunia cinta, alias sosok jomlo (atau apapun istilah anda), karena dengan demikian anda akan mendapatkan asumsi analitis yang pasti objektif jauh dari unsur politis (kepentingan) dan subjektifitas, karena sosok jomlo terlepas dari cekikan romantisme, sehingga kondisi tersebut membawanya untuk dapat melihat suatu phenomena percintaan secara objektif dan mendalam.
Dalam dunia kedokteran bukan rahasia bila suatu kelemahan anggota badan seringkali terkompensasi dengan kekuatan ekstra badannya lainnya. Seperti orang buta biasanya mempunyai kemampuan indra mendengar dan meraba lebih kuat.
Begitupun dengan orang jomlo, ke-jomlo-annya akan memicu reaksi serabut neutron di otak tatkala menyimak prihal cinta, kualitas analisanya akan semakin meningkat tergantung seberapa lama dia men-jomlo, yang menjadikan saraf kognitif otaknya akan semakin terlatih pada sesuatu yang berhubungan dengan cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar